Review: Sony Xperia E dual, Desain Mewah Tak Semewah Fiturnya

Prinsip di balik smartphone dual-SIM sebenarnya cukup sederhana. Mampu beralih antara SIM-card yang berbeda saat ponsel dalam posisi menyala dan tetap berjalan, sehingga lebih efisien serta tidak banyak perangkat yang dibawa. Prinsip dan keuntungan inilah yang ditawarkan oleh Sony Xperia E dual.

Sony Xperia E dual
Sony Xperia E dual
Sony Xperia E dual

Paket Penjualan

  • Handset Xperia E dual
  • Baterai
  • Kepala charger
  • Kabel data
  • Headset
  • Manual
  • Kartu garansi

Desain dan bodi

Dalam sebuah kontes desain, boleh jadi Sony Xperia E dual akan mengalami banyak kesulitan mengingat material yang dipilih adalah plastik. Namun jujur saja, Sony telah berhasil menyuguhkan sebuah visual berkelas dalam ujud Xperia E dual.

Untuk sebuah smartphone entry-level, rancangan desain Xperia E dual terlihat begitu cantik, menarik dan bernuansa premium. Sisi belakang memiliki pinggang sedikit melengkung ke dalam, sehingga ponsel ini terasa nyaman digenggam dan mudah dioperasikan. Sedangkan bahan plastik karet bertekstur, menambahkan karakter kuat yang tidak gampang ternoda.

Samping kanan
Sisi samping
tiga tombol haptic

Satu bagian yang tampaknya akan selalu terkotori noda jari adalah layar kaca dan plastik mengkilap di sekelilingnya. Noda jemari yang tertinggal juga sedikit sulit dibersihkan dengan baik. Kamu butuh kain microfiber untuk membuat bagian depan tampak bersih, atau bisa menggunakan lapisan screen protector khusus untuk mencegah tertinggalnya noda jari.

Bagian depan Xperia E dual didominasi oleh layar TFT 3.5 inci HVGA. Tepat di atas layar dan terpusat di tengah-tengah terdapat earpiece, status LED light yang tersembunyi dan proximity sensor.

Di bawah layar terdapat tiga tombol sentuh Back, Home dan Menu. Tombol-tombol itu akan menyala sebentar saat layar terbuka, dan kemudian padam hingga kamu menyentuh salah satunya. Tombol-tombol itu juga dapat diatur untuk menghasilkan getaran haptic saat disentuh. Tepat di bawah tombol Menu, disematkan microphone yang tersembunyi dibalik pinhole.

Sisi kanan ditanami dengan tombol volume, tombol lock/power berbentuk bundar, dan tombol kamera. Sedangkan sisi kiri diisi dengan port micro USB. Untuk bagian atas terdapat port headset 3.5mm dan bagian bawah hanya terdapat LED notifikasi kedua yang berada di dalam bezel chrome sehingga tidak terlihat ada kecuali jika LED tersebut menyala.

Pada bagian belakang dapat kita temukan kamera, mic, speaker, dan lubang untuk menggantungkan aksesoris di sisi kanan bawah. Setelah penutup baterai digeser, kamu akan mendapati hot-swappable microSD card dan dua kompartemen SIM yang keduanya mendukung jaringan 3G.

Belakang atas
LED notifikasi
Penutup baterai

HVGA display

Sony Xperia E dual dilengkapi dengan layar LCD HVGA (320 x 480 piksel) berukuran diagonal 3.5 inci. Layar ini memiliki kerapatan piksel 165ppi yang jauh dari kesan mewah tetapi tidak cukup jelek untuk membuat mata tersakiti.

Adapun kualitas gambar, layar Xperia E dual menyajikan kontras yang cukup rendah dengan warna kurang natural dan cenderung redup, viewing angles sempit serta sunlight legibility yang payah. Sebuah pertimbangan sulit jika kamu memutuskan harus hidup bersama Xperia E dual.

Dalam kisaran harga ini, kamu dapat menjumpai beberapa smartphone yang menawarkan kualitas layar jauh lebih baik. Sebut saja; IMO S99 Ocean dan Lenovo S890. Namun, tetaplah pilih sesuai bisikan hati kamu.

Prosesor dan memori

Sony Xperia E dual ditenagai oleh prosesor low-end Snapdragon MSM7227A dengan CPU single-core yang mampu melaju dalam kecepatan 1GHz, pengolah grafis Adreno 200, dan RAM 512 MB yang merupakan batas minimal yang harus dimiliki smartphone saat ini. Namun, Xperia E dual masih cukup gegas dan responsif. Kecuali jika kamu menggunakan live wallpaper, maka ponsel mulai terasa lambat dan nge-lag.

Hasrat untuk bermain game 3D menggunakan Sony Xperia E dual sementara harus dipendam. Sebagai gantinya, kamu masih dapat memainkan game-game adiktif yang ringan dan santai dimainkan seperti Angry Birds, Granny Smith dan banyak lagi lainnya.

Xperia E dual dibekali penyimpan internal sebesar 4GB. Sebagian besar pengguna, mungkin akan memanfaatkan slot microSD eksternal untuk menambah kapasitas penyimpan data. Tetapi jika kamu memilih untuk menggunakan smartphone ini apa adanya, kamu masih memiliki ruang 780MB yang tersedia untuk menginstal aplikasi, dan 2.2GB untuk foto, musik, video, dokumen dan lainnya.

Dual SIM

Tersembunyi di balik cover belakang Sony Xperia E dual, terdapat dua slot SIM card berukuran standar. Dengan fitur dual-on yang dimiliki memungkinkan kedua SIM card aktif dalam waktu bersamaan.

Kamu dapat mengatur tugas berbeda untuk masing-masing SIM card. Misalnya, SIM 1 untuk digunakan melakukan panggilan suara dan SMS, SIM 2 diatur untuk melakukan koneksi data 3G dan panggilan video, atau sebaliknya.

Kamera

menu kamera
menu kamera
menu kamera

Sony Xperia E dual memiliki kamera utama yang menawarkan resolusi 3.15 megapiksel (2048 x 1536 piksel). Oleh karenanya, fitur yang disertakan tidak untuk pengambilan gambar yang menuntut performa dengan hasil yang tinggi.

Hasil bidikan kamera yang tidak disertai lampu LED flash ini cukup bisa diterima. Namun fitur zoom yang ada, tidak begitu memberikan manfaat karena menurunkan kualitas gambar secara signifikan.

Selain untuk mengambil foto, kamera Xperia E dual juga dapat digunakan merekam video. Namun dengan resolusi maksimal 640x480 (VGA), sebuah kamera digital berharga murah mungkin akan menjadi solusi terbaik untuk keinginan menangkap gambar sedikit lebih indah.

Speakers

Untuk memutar materi audio, disediakan speaker mono yang terletak di bagian belakang sisi bawah handheld. Suara yang dihasilkan tidak istimewa, treble terlalu menonjol, bass dan suara bernada rendah lenyap tiada bekas. Untungnya, perangkat audio external dapat dihubungkan melalui port stereo 3,5 mm yang memiliki kualitas transmisi sangat baik.

Kesimpulan

Bermula pada tahun 2012 yang lalu, Sony memutuskan mengubah strateginya untuk lebih banyak melahirkan smartphone baru dengan harga yang lebih terjangkau. Strategi ini bertujuan untuk memperkenalkan Android yang solid lebih dekat kepada pengguna featurephone guna lebih banyak menjaring loyalitas konsumen di kelas itu.

Sony Xperia E dual
Sony Xperia E dual
Sony Xperia E dual

Sony Xperia E dual merupakan bagian dari strategi tersebut. Diciptakan untuk entry-level namun tampil menawan dengan desain premium berkelas tinggi, Sony Xperia E dual bakal mampu memikat siapapun pada pandangan pertama. Smartphone ini sungguh cocok untuk fashionista yang mementingkan tampilan luar menggoda.

Namun bermain di kelas bawah tampaknya bukan keahlian Sony. Ini terbukti dari spesifikasi Xperia E dual yang begitu kedodoran. Untuk kamu yang tak merasa penting dengan penampilan luar, tak begitu peduli dengan merek, dalam kisaran harga ini masih terdapat banyak pilihan smartphone yang menawarkan performa lebih garang, layar lebih jernih dan kamera yang mampu memberikan hasil bidikan lebih baik.

Plus

  • Branded
  • Desan premium

Minus

  • Layar redup
  • Kualitas kamera kurang bagus

Share this article :
0 Comments
Tweets
Komentar
 
Copyright © 2013. Ponsel Plus - All Rights Reserved
Management: About Us | Contact Us | Disclaimer
Template Created by Reia Alfa
Bloggers.com